Komentar Pembaca

6 Jenis Teori Manajemen Tempat Kerja

oleh satria satria n nusantara (2022-09-30)

MeresponTips mencari pekerjaan untuk fresh graduate

Teori management ialah kelompok gagasan yang mereferensikan ketentuan umum mengenai langkah mengurus organisasi atau usaha. Teori management mengulas bagaimana supervisor mengaplikasikan taktik untuk capai arah organisasi dan bagaimana mereka berikan motivasi pegawai untuk tampil pada kekuatan paling tinggi mereka.

Umumnya, beberapa pimpinan mengaplikasikan ide dari beragam teori management yang paling sesuai pegawai dan budaya perusahaan mereka. Walau banyak teori management dibuat beratus-ratus tahun lalu, mereka masih memberi banyak rangka kerja yang berguna untuk pimpin team di tempat kerja dan menjalankan bisnis saat ini. Berikut adalah tujuh teori manajemen penting yang harus diperhatikan:

1. Teori manajemen ilmiah

Dikembangkan oleh Frederick Taylor, ia adalah orang pertama kali yang pelajari prestasi kerja secara ilmiah. Konsep Taylor mereferensikan jika sistem ilmiah harus dipakai untuk lakukan pekerjaan pada tempat kerja, sebagai musuh dari pimpinan yang memercayakan penilaian mereka atau kebijakan individu anggota team.

Filosofinya mengutamakan jika memaksakan orang untuk berusaha keras akan hasilkan tempat kerja yang paling produktif. Kebalikannya, dia mereferensikan peringkasan pekerjaan untuk tingkatkan keproduktifan. Ia merekomendasikan supaya beberapa pimpinan memberikan tugas anggota team untuk tugas yang paling sesuai kekuatan mereka, latih mereka secara detail dan memantau mereka untuk pastikan mereka efektif dalam peranan itu.

Sementara konsentrasinya untuk capai efektivitas tempat kerja maksimal dengan mendapati langkah maksimal untuk menuntaskan pekerjaan berguna, hal tersebut meremehkan kemanusiaan pribadi. Teori ini sedikit diterapkan sekarang ini dalam memiliki bentuk yang paling murni, tapi teori ini memperlihatkan ke beberapa pimpinan keutamaan efektivitas tempat kerja, nilai pastikan anggota team terima training yang cukup dan pentingnya kerja team dan kerja-sama di antara supervisor dan pegawai.

2. Prinsip-prinsip teori manajemen administrasi

Henri Fayol, seorang eksekutif senior dan insinyur pertambangan, meningkatkan teori ini saat ia mengecek sebuah organisasi lewat sudut pandang beberapa manager dan keadaan yang kemungkinan mereka temui. Ia yakin jika beberapa pimpinan mempunyai enam peranan khusus, untuk memperkirakan, berencana, mengkoordinasikan, memerintah dan mengontrol, dan ia meningkatkan beberapa prinsip yang merinci bagaimana beberapa pimpinan harus atur dan berhubungan dengan team mereka. Ia merekomendasikan jika beberapa prinsip itu jangan kaku tapi harus diberikan ke manager untuk tentukan bagaimana mereka memakainya untuk mengurus secara efektif dan efisien.

3. Teori manajemen birokrasi

Dikembangkan oleh Max Weber, teori management birokrasi fokus pada pengaturan organisasi dalam hierarki hingga ada ketentuan tata urus yang terang. Prinsip-prinsipnya untuk membuat mekanisme ini mencakup rantai instruksi, pembagian kerja yang terang, pembelahan asset individu dan organisasi dari pemilik, ketentuan dan peraturan yang ketat dan stabil, pendataan dan dokumentasi yang jeli dan penyeleksian dan promo pegawai berdasar performa dan kwalifikasi. Teori ini sudah mainkan peranan kunci dalam memutuskan standard dan proses yang disebut pokok dari mayoritas organisasi sekarang ini.

4. Teori hubungan manusia

Teori ini dikembangkan oleh Elton Mayo, yang bereksperimen yang direncanakan untuk tingkatkan keproduktifan yang menempatkan dasar untuk pergerakan jalinan manusia. Konsentrasinya ialah pada peralihan keadaan kerja seperti penerangan, waktu istirahat dan lama waktunya hari kerja.

Tiap peralihan yang ia tes berjumpa dengan kenaikan performa. Pada akhirannya, ia mengaitkan jika kenaikan itu bukan lantaran peralihan tapi dari hasil beberapa periset yang memerhatikan pegawai dan membuat mereka berasa dipandang. Uji coba ini munculkan teori jika pegawai lebih terpacu oleh perhatian individu dan jadi sisi dari barisan dibanding uang atau bahkan juga keadaan kerja.

Baca Juga : fleet management

5. Teori manajemen sistem

Teori ini menegaskan jika usaha terbagi dalam beberapa elemen yang perlu bekerja secara serasi supaya mekanisme yang semakin besar berperan dengan maksimal. Kesuksesan organisasi, maka dari itu, bergantung pada kolaborasi, sama-sama keterikatan dan keterikatan antara subsistem. Berdasarkan teori ini, pegawai ialah elemen yang terpenting dari sebuah perusahaan, dan departemen, barisan kerja dan unit usaha semua komponen penting tambahan untuk sukses. Berdasarkan teori ini, manager harus menilai skema dan kejadian di dalam organisasi untuk tentukan pendekatan management terbaik. Mereka perlu bekerjasama dan bekerja sama di dalam program untuk pastikan kesuksesan.

6. Teori manajemen kontingensi

Dikembangkan oleh Fred Fiedler, konsentrasi khusus teori ini ialah jika tidak ada satu pendekatan management yang sukses untuk tiap organisasi. Fiedler merekomendasikan jika karakter seorang pimpinan terkait langsung dengan berapa efisien mereka pimpin team mereka. Ia memperjelas jika ada beberapa ciri kepimpinan yang berjalan untuk tiap tipe keadaan dan jika seorang pimpinan harus fleksibel untuk menyesuaikan dengan lingkungan yang berbeda.