
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
_____________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________________
INFORMASI DAN KONTAK JURNAL LPPM INSTITUT TEKNOLOGI GAMALAMA
_________________________________________________________________________________________________________________________











Tren Urban Farming di Tengah Krisis Pangan Global
oleh asd fgh (2025-04-28)
MeresponBlog zombie
Meningkatnya kekhawatiran terhadap krisis pangan global mendorong munculnya tren urban farming di berbagai kota besar di Indonesia. Konsep pertanian dalam kota ini memanfaatkan lahan terbatas seperti atap gedung, halaman rumah, bahkan balkon apartemen untuk menanam sayuran dan buah-buahan. Urban farming menjadi solusi alternatif yang tidak hanya memperkuat ketahanan pangan lokal, tetapi juga membantu mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dari luar kota. Fenomena ini mendapat dukungan dari berbagai kalangan, termasuk komunitas masyarakat yang mulai sadar akan pentingnya kemandirian pangan.
Analisis mendalam menunjukkan bahwa urban farming bukan sekadar tren sesaat, melainkan bagian dari perubahan gaya hidup masyarakat urban yang lebih sadar akan kesehatan dan lingkungan. Teknik seperti hidroponik, akuaponik, dan vertikultur menjadi semakin populer karena dianggap lebih efisien dan ramah lingkungan. Selain itu, kegiatan bertani di lingkungan rumah terbukti dapat meningkatkan kualitas hidup dengan mempererat hubungan sosial antarwarga dan mengurangi stres. Meski demikian, tantangan utama dalam mengembangkan urban farming secara luas terletak pada kebutuhan edukasi, peralatan khusus, dan keterbatasan ruang di kawasan padat penduduk.
Beragam perspektif tentang urban farming juga muncul dari sektor ekonomi dan lingkungan. Dari sisi ekonomi, urban farming berpotensi membuka peluang usaha baru, seperti pasar produk organik lokal. Sedangkan dari perspektif lingkungan, urban farming membantu mengurangi jejak karbon karena produk pangan tidak perlu lagi diangkut dari jarak jauh. Meskipun masih ada sejumlah hambatan, perkembangan teknologi serta peningkatan kesadaran publik membuat masa depan urban farming di Indonesia terlihat cerah. Jika terus didorong dan dikembangkan, urban farming bisa menjadi bagian penting dalam mengatasi ancaman krisis pangan di masa depan.
Kunjungi situs pelitaonline.co untuk mendapatkan berbagai informasi terkini, analisis mendalam, dan perspektif yang beragam.